Hari ini hari hujan.aku hanya bisa menatap tetes-tetes air yang jatuh
dari sisi taman ini.beberapa orang terlihat sibuk berlarian menghindari
hujan.beberapa diantaranya berteduh di bawah halte yang terlihat tak jauh
dariku.aku menggigil kedinginan.menyilangkan tanganku di depan dadaku.saat ini
pasti pengawas choi tengah mencari-cariku.hari ini aku bolos lagi dari les
piano.hanya untuk pergi ke tempat ini dan menunggu sampai dia datang.ya,entah
sampai kapan aku melakukan kebodohan ini.menunggu seseorang yang bahkan mungkin
tak pernah tau bahwa aku menunggunya.
Aku menatap arlojiku.sudah pukul lima
kurang sepuluh.aku harus pulang.aku
kembali menatap tetes-tetes hujan yang masih deras.tapi bagaimana aku bias
pulang jika hujan masih belum juga reda.pikirku.aku menarik nafasku dan
melangkah untuk berjalan pulang.tidak peduli hujan yang masih saja
mengguyur.tapi tiba2 aku merasakan sesuatu yang aneh.aku tidak kebasahan.kenapa
ini? aku mendongakan kepalaku ke atas,sebuah payung berwarna biru.seseorang
memayungiku.pantas saja aku tidak basah. “ jangan berjalan di bawah hujan “
sebuah suara mengagetkanku.aku menatap lelaki itu.seorang anak lelaki sebayaku
dengan mata yang sungguh indah.mata itu,entah mengapa mata itu mengingatkanku
pada seseorang.orang itu..ya,benar.tiba2 selintas bayangan terlihat di benakku.
”nona yuri,kau kemana saja? Daritadi aku mencari2mu.aku sungguh cemas kau tidak
mengikuti les piano hari ini” tiba2 saja seorang wanita berpayung berlari
terengah-engah ke arahku.itu pengawas choi.orang kepercayaan ayahku yang
bertugas untuk menjagaku juga mengawasi semua kegiatanku.” Aku hanya jalan2
sebentar.” Ujarku.” Ayo kita pulang.” Pengawas choi menarik tanganku.aku
menurut.aku menatap lelaki itu sekali lagi.dia tersenyum dan melambaikan
tangannya kepadaku. aku tersenyum dingin mentatapnya dan berjalan pergi.lelaki
itu..siapa dia sebenarnya?
Malam itu aku tidak bisa
tidur.entah mengapa wajah lelaki yang kutemui di taman sore tadi terus
terbayang di pikiranku.mata itu..mengingatkanku pada seseorang di masa sepuluh
tahun yang lalu..
*Flash back
“nona,kau dimana? Nona? “ aku
melihat ke sekeliling.memastikan bahwa pengawas choi tidak menemukanku.
“nonaa,ayolah keluar.sebentar
lagi tuan akan pulang.dia bisa marah jika mengetahui nona tak ada di rumah..”
suara pengawas choi lagi.taman ini begitu sepi.hanya beberapa orang yang duduk
di bangku panjang.aku bersembunyi di balik sebuah pohon yang cukup
besar.ya,setidaknya bisa menutupi tubuh mungilku untuk tidak ditemukan oleh
pengawas choi.
“ kau sedang apa?” Tanya
seseorang,mengagetkanku.aku menatap anak itu.anak lelaki dengan mata yang
indah.
“ shuut..jangan berisik.”ujarku
sambil menarik tangannya untuk ikut bersembunyi.anak itu terlihat heran saat
aku menariknya. “kenapa kau bersembunyi disini? “ tanyanya lagi masih
keheranan. “ sudah kubilang jangan berisik” ujarku padanya.dari kejauhan
kulihat pengawas choi menatap pohon tempat ku bersembunyi. “ ya ampun,jangan
sampai dia kesini.” Bisikku pelan.aku melihat pengawas choi pergi.aku
menghembuskan nafas lega.syukurlah dia tidak tau aku disini.ujarku. “ dia
siapa?” Tanya anak lelaki itu penasaran. “ dia itu orang kepercayaan
ayahku.namanya pengawas choi.setiap hari dia bertugas menjaga juga
mengawasiku.ayah selalu melarangku untuk melakukan hal-hal yang kusuka dan juga
menyuruhku melakukan banyak hal yang tidak kusuka.hari ini pun begitu,pengawas
choi mendatangkan guru tari ke rumahku dan menyuruhku untuk latihan
menari.padahal aku tidak suka menari” ujarku panjang lebar.anak lelaki itu
mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
“jadi kau sedang melarikan diri
ya? “ tanyanya.aku tersenyum dan mengangguk kecil. “ oh ya,kau sendiri sedang
apa disini?” ujarku balik bertanya padanya.dia menatapku sebentar.entah mengapa
aku merasakan perasaan tenang saat berada di dekatnya.perasaan yang damai.walau
aku tidak tau siapa dia yang sebenarnya. “ aku ingin melihat itu” ujarnya
sambil menunjuk ke arah kupu2 yang sedang terbang.aku menatap kupu2 itu dan
bekata dalam hatiku.kupu2 itu sungguh benar2 indah.pikirku. “kupu2?”
tanyaku.dia mengangguk.” Iya,kupu2.dulu kakeku pernah bercerita kepadaku
tentang kisah sebuah kupu-kupu.” Ujarnya sambil duduk menyender pada pohon.
“cerita tentang kupu2?” tanyaku lagi.dia mulai bercerita tentang seekor ulat
yang buruk rupa yang menjalani hari2 sulit karena bentuknya yang buruk,dia
harus diejek dan hina oleh teman2nya.hal itu membuat ulat kecil itu sangat
sedih.namun dia bertekad untuk tidak menyerah dan mengubah dirinya menjadi
lebih baik lagi.dia lalu merubah dirinya menjadi kepongpong dan berkat
kesabarannya dia pun dapat berubah menjadi kupu2 yang memiliki sayap yang
indah.dia dapat terbang kemana pun dia suka dan kini dia bukanlah lagi ulat
yang buruk rupa dan menjadi sesekor kupu2 yang dikagumi oleh banyak orang. “
ujarnya.aku terdiam mendengarkan ceritanya.” Itu sebenarnya hanya cerita kakeku
untuk menghiburku sja.saat aku sedang sedih kakek akan menceritakan cerita itu
kepadaku agar aku tidak sedih lagi.kakek ingin aku bisa tersenyum dengan
indah,seindah kupu2 yang selalu berterbangan di taman.”ujarnya. “ itu
menarik.”.ujarku. “ oh ya,siapa namamu?”tanyanya sambil menjulurkan tangannya.
“yuri”ujarku menyambut uluran tangannya.”aku tatsuya” ujarnya.tatsuya..nama
itu.nama yang selalu tersimpan dalam hatiku.
*end flash back
“nona,kau sedang apa?”
Suara pengawas choi membuyarkan lamunanku.
“kau bikin aku kaget saja..ada apa?” kataku pada pengawas choi..
“nona,kenapa tadi kau bolos les
piano?” kata pengawas choi sambil duduk di samping tempat tidurku. “ aku hanya
bosan”
Ujarku pelan.pengawas choi
memandangku dan sejenak kemudian dia berkata lembut. “ aku mengerti perasaan
nona.tapi nona juga harus tau kalau nona tidak bisa seperti ini terus2an..jika
tuan tau tuan pasti sedih nona tidak menuruti apa yang
diperintahkannya.bagaimanapun juga tuan melakukan ini semua karena dia sayang
pada nona” Aku terdiam sejenak mendengar kata2 pengawas choi..benarkah?
benarkah ayah melakukan semua ini karena sayang padaku? Bohong.ujar hatiku
lagi.ayah melakukan semua ini bukan untukku.ayah melakukannya untuk dirinya
sendiri.agar dia bisa menjadikanku boneka kebanggannya yang memiliki banyak
kemampuan,tanpa tau perasaanku yang sebenarnya.tanpa tau jika selama ini aku
begitu kesepian.aku juga ingin seperti anak2 yang lain yang bias bermain sepuas
mereka.aku tidak ingin kehidupanku terus diatur seperti sebuah boneka.aku
benci.keadaan seperti ini..tanpa sadar air mata menetes dari pelupuk
mataku.mengalir membasahi pipiku.pengawas choi menatapku khawatir..”
nona,kenapa menangis?” pengawas choi lantas memelukku.aku menangis di
pelukannya tanpa suara.” Sudahlah nona,aku mengerti perasaanmu.jangan mengangis
lagi” gumam pengawas choi padaku.
to be continue..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar