Minggu, 22 Januari 2012

fancfiction-you are my shine





Hari ini hari hujan.aku hanya bisa menatap tetes-tetes air yang jatuh dari sisi taman ini.beberapa orang terlihat sibuk berlarian menghindari hujan.beberapa diantaranya berteduh di bawah halte yang terlihat tak jauh dariku.aku menggigil kedinginan.menyilangkan tanganku di depan dadaku.saat ini pasti pengawas choi tengah mencari-cariku.hari ini aku bolos lagi dari les piano.hanya untuk pergi ke tempat ini dan menunggu sampai dia datang.ya,entah sampai kapan aku melakukan kebodohan ini.menunggu seseorang yang bahkan mungkin tak pernah tau bahwa aku menunggunya.
 Aku menatap arlojiku.sudah pukul lima kurang  sepuluh.aku harus pulang.aku kembali menatap tetes-tetes hujan yang masih deras.tapi bagaimana aku bias pulang jika hujan masih belum juga reda.pikirku.aku menarik nafasku dan melangkah untuk berjalan pulang.tidak peduli hujan yang masih saja mengguyur.tapi tiba2 aku merasakan sesuatu yang aneh.aku tidak kebasahan.kenapa ini? aku mendongakan kepalaku ke atas,sebuah payung berwarna biru.seseorang memayungiku.pantas saja aku tidak basah. “ jangan berjalan di bawah hujan “ sebuah suara mengagetkanku.aku menatap lelaki itu.seorang anak lelaki sebayaku dengan mata yang sungguh indah.mata itu,entah mengapa mata itu mengingatkanku pada seseorang.orang itu..ya,benar.tiba2 selintas bayangan terlihat di benakku. ”nona yuri,kau kemana saja? Daritadi aku mencari2mu.aku sungguh cemas kau tidak mengikuti les piano hari ini” tiba2 saja seorang wanita berpayung berlari terengah-engah ke arahku.itu pengawas choi.orang kepercayaan ayahku yang bertugas untuk menjagaku juga mengawasi semua kegiatanku.” Aku hanya jalan2 sebentar.” Ujarku.” Ayo kita pulang.” Pengawas choi menarik tanganku.aku menurut.aku menatap lelaki itu sekali lagi.dia tersenyum dan melambaikan tangannya kepadaku. aku tersenyum dingin mentatapnya dan berjalan pergi.lelaki itu..siapa dia sebenarnya?

Malam itu aku tidak bisa tidur.entah mengapa wajah lelaki yang kutemui di taman sore tadi terus terbayang di pikiranku.mata itu..mengingatkanku pada seseorang di masa sepuluh tahun yang lalu..

*Flash back

“nona,kau dimana? Nona? “ aku melihat ke sekeliling.memastikan bahwa pengawas choi tidak menemukanku.
“nonaa,ayolah keluar.sebentar lagi tuan akan pulang.dia bisa marah jika mengetahui nona tak ada di rumah..” suara pengawas choi lagi.taman ini begitu sepi.hanya beberapa orang yang duduk di bangku panjang.aku bersembunyi di balik sebuah pohon yang cukup besar.ya,setidaknya bisa menutupi tubuh mungilku untuk tidak ditemukan oleh pengawas choi.
“ kau sedang apa?” Tanya seseorang,mengagetkanku.aku menatap anak itu.anak lelaki dengan mata yang indah.
“ shuut..jangan berisik.”ujarku sambil menarik tangannya untuk ikut bersembunyi.anak itu terlihat heran saat aku menariknya. “kenapa kau bersembunyi disini? “ tanyanya lagi masih keheranan. “ sudah kubilang jangan berisik” ujarku padanya.dari kejauhan kulihat pengawas choi menatap pohon tempat ku bersembunyi. “ ya ampun,jangan sampai dia kesini.” Bisikku pelan.aku melihat pengawas choi pergi.aku menghembuskan nafas lega.syukurlah dia tidak tau aku disini.ujarku. “ dia siapa?” Tanya anak lelaki itu penasaran. “ dia itu orang kepercayaan ayahku.namanya pengawas choi.setiap hari dia bertugas menjaga juga mengawasiku.ayah selalu melarangku untuk melakukan hal-hal yang kusuka dan juga menyuruhku melakukan banyak hal yang tidak kusuka.hari ini pun begitu,pengawas choi mendatangkan guru tari ke rumahku dan menyuruhku untuk latihan menari.padahal aku tidak suka menari” ujarku panjang lebar.anak lelaki itu mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
“jadi kau sedang melarikan diri ya? “ tanyanya.aku tersenyum dan mengangguk kecil. “ oh ya,kau sendiri sedang apa disini?” ujarku balik bertanya padanya.dia menatapku sebentar.entah mengapa aku merasakan perasaan tenang saat berada di dekatnya.perasaan yang damai.walau aku tidak tau siapa dia yang sebenarnya. “ aku ingin melihat itu” ujarnya sambil menunjuk ke arah kupu2 yang sedang terbang.aku menatap kupu2 itu dan bekata dalam hatiku.kupu2 itu sungguh benar2 indah.pikirku. “kupu2?” tanyaku.dia mengangguk.” Iya,kupu2.dulu kakeku pernah bercerita kepadaku tentang kisah sebuah kupu-kupu.” Ujarnya sambil duduk menyender pada pohon. “cerita tentang kupu2?” tanyaku lagi.dia mulai bercerita tentang seekor ulat yang buruk rupa yang menjalani hari2 sulit karena bentuknya yang buruk,dia harus diejek dan hina oleh teman2nya.hal itu membuat ulat kecil itu sangat sedih.namun dia bertekad untuk tidak menyerah dan mengubah dirinya menjadi lebih baik lagi.dia lalu merubah dirinya menjadi kepongpong dan berkat kesabarannya dia pun dapat berubah menjadi kupu2 yang memiliki sayap yang indah.dia dapat terbang kemana pun dia suka dan kini dia bukanlah lagi ulat yang buruk rupa dan menjadi sesekor kupu2 yang dikagumi oleh banyak orang. “ ujarnya.aku terdiam mendengarkan ceritanya.” Itu sebenarnya hanya cerita kakeku untuk menghiburku sja.saat aku sedang sedih kakek akan menceritakan cerita itu kepadaku agar aku tidak sedih lagi.kakek ingin aku bisa tersenyum dengan indah,seindah kupu2 yang selalu berterbangan di taman.”ujarnya. “ itu menarik.”.ujarku. “ oh ya,siapa namamu?”tanyanya sambil menjulurkan tangannya. “yuri”ujarku menyambut uluran tangannya.”aku tatsuya” ujarnya.tatsuya..nama itu.nama yang selalu tersimpan dalam hatiku.

*end flash back

“nona,kau sedang apa?”
 Suara pengawas choi membuyarkan lamunanku. “kau bikin aku kaget saja..ada apa?” kataku pada pengawas choi..
“nona,kenapa tadi kau bolos les piano?” kata pengawas choi sambil duduk di samping tempat tidurku. “ aku hanya bosan”
Ujarku pelan.pengawas choi memandangku dan sejenak kemudian dia berkata lembut. “ aku mengerti perasaan nona.tapi nona juga harus tau kalau nona tidak bisa seperti ini terus2an..jika tuan tau tuan pasti sedih nona tidak menuruti apa yang diperintahkannya.bagaimanapun juga tuan melakukan ini semua karena dia sayang pada nona” Aku terdiam sejenak mendengar kata2 pengawas choi..benarkah? benarkah ayah melakukan semua ini karena sayang padaku? Bohong.ujar hatiku lagi.ayah melakukan semua ini bukan untukku.ayah melakukannya untuk dirinya sendiri.agar dia bisa menjadikanku boneka kebanggannya yang memiliki banyak kemampuan,tanpa tau perasaanku yang sebenarnya.tanpa tau jika selama ini aku begitu kesepian.aku juga ingin seperti anak2 yang lain yang bias bermain sepuas mereka.aku tidak ingin kehidupanku terus diatur seperti sebuah boneka.aku benci.keadaan seperti ini..tanpa sadar air mata menetes dari pelupuk mataku.mengalir membasahi pipiku.pengawas choi menatapku khawatir..” nona,kenapa menangis?” pengawas choi lantas memelukku.aku menangis di pelukannya tanpa suara.” Sudahlah nona,aku mengerti perasaanmu.jangan mengangis lagi” gumam pengawas choi padaku.


 to be continue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar